Continue the story...
Akhirnya sampe juga di SIN tepat jam 10.35 waktu setempat, tepatnya di terminal 4 Changi Int'l Airport. Alhamdulillah landed safely, cuaca pun cukup terik. Kita di Singapur punya waktu kurang lebih 12 jam untuk transit. Tentunya waktu ini dimanfaatin untuk jalan-jalan dong ngga cuma di bandara doang!
![]() |
| Ambil di instastory lagi. Ini baru aja keluar pesawat, terus pada beser dan mampir deh ke toilet |
![]() |
| Setelah semua ambil bagasi, menuju tempat shelter bus. |
Kelar dari toilet kita semua menuju imigrasi dan sebelum itu kita ngisi form imigrasinya. Karena kita ada singgah sebentar di sini, maka kertas kecil bagian dari form tersebut jangan sampai hilang karena akan digunakan lagi pas check in berikutnya ke Taipei. Kelar semua tunggu-tungguan di imigrasi, kemudian kita ambil bagasi. Setelah itu kita semua menuju terminal 1 naik bus yang ada di bandara (memang fasilitas untuk penumpang yang akan change terminal) untuk nitipin bagasi, karena flight selanjutnya kita nanti ada di terminal 1 maka kita langsung nitipin bagasi di sana aja biar ngga repot. Harga penitipan barangnya beda-beda, tapi ini yang aku temuin di terminal 1, naik ke lantai 2. Yang punya ibu-ibu orang Batam tapi karyawannya orang Singapura. Asli baik banget, kita dapat potongan harga karena kita rombongan dan barang yang dititipin banyak.
Anw, kita saat itu dikasih harga sama ibunya 6 SGD buat koper besar dan 2 SGD buat tas kecil atau tas rapai geleng/musik. Lumayan banget potongan 2 SGD ini, kalo di rupiahin kira-kira 20 ribu lah, bisa buat makan. Penitipan bagasi ini ternyata memakan waktu kurang lebih 1 jam lebih dikit untuk 1 tim sebanyak 42 orang. Proses penitipannya ngga langsung di titipin gitu aja, tapi beberapa diantara kita ada yang disuruh bongkar atau dibuka kopernya untuk mengetahui kalo memang ngga ada barang yang mencurigakan dan aman jika dibanting. Dan ngga kerasa saat itu waktu menunjukkan pukul 13.45 waktu setempat! Yaudah kita langsung menuju skytrain yang menghubungkan bandara dengan stasiun MRTnya. Sampai di stasiun MRT kita langsung beli standard ticket untuk menuju Raffles Place. Bentuk tiketnya semacem kertas gitu, tapi bisa diisi ulang dan dipake selama 6 kali (you can googling it).
![]() |
| Suasana di dalem bus menuju Terminal 1 |
![]() |
| Harga penitipan bagasi di terminal 1 lantai 2 |
Anw, kita saat itu dikasih harga sama ibunya 6 SGD buat koper besar dan 2 SGD buat tas kecil atau tas rapai geleng/musik. Lumayan banget potongan 2 SGD ini, kalo di rupiahin kira-kira 20 ribu lah, bisa buat makan. Penitipan bagasi ini ternyata memakan waktu kurang lebih 1 jam lebih dikit untuk 1 tim sebanyak 42 orang. Proses penitipannya ngga langsung di titipin gitu aja, tapi beberapa diantara kita ada yang disuruh bongkar atau dibuka kopernya untuk mengetahui kalo memang ngga ada barang yang mencurigakan dan aman jika dibanting. Dan ngga kerasa saat itu waktu menunjukkan pukul 13.45 waktu setempat! Yaudah kita langsung menuju skytrain yang menghubungkan bandara dengan stasiun MRTnya. Sampai di stasiun MRT kita langsung beli standard ticket untuk menuju Raffles Place. Bentuk tiketnya semacem kertas gitu, tapi bisa diisi ulang dan dipake selama 6 kali (you can googling it).
Sesampainya di Raffles Place kita jalan menuju Merlion Park sekitar 300 meter dari pemberhentian MRT Raffles Place. Siang itu rupanya matahari sangat terik dan ngga mau sembunyi. 32 derajat celcius kemungkinan pada saat itu, dan kami semua posisinya sama sekali belum makan siang. Can you imagine gimana rasanya yah. Sebelum kami semua menyebar ke tempat wisata lain, kami menyempatkan foto 1 tim dulu dengan backgorund Merlion yang meluncurkan air dari mulutnya.
| Tim Diplomasi Budaya Jilid IV bagian I Taiwan - Rampoe UGM. Rame bener kan? Jelas pake jaket kebanggan dong. |
Kelat foto menggunakan tripod dan timer, semua berpencar bebas dan sepakat untuk berkumpul kembali di Merlion Park jam 20.00 waktu setempat. Aku dan beberapa kawan cowo lainnya termasuk orang terakhir yang belum beranjak dari Merlion Park. Kami sepakat untuk mengunjungi tempat wisata yang possible dan worth to visit with less money and time limit (banyak jalan kaki intinya). Akhirnya tersisa aku, Yorri, mba Resti, Aqil, Fahmi, Safril, Fahrul dan Rivaldi untuk join jadi 1 rombongan.
Continue the story....
Cheers,
Via
Cheers,
Via




0 komentar:
Post a Comment